Giggs tidak memiliki masalah dengan Van Gaal

Giggs tidak memiliki masalah dengan Van Gaal

Asisten pelatih Manchester United Ryan Giggs menegaskan bahwa rumor permasalahan antara dirinya dengan Louis van Gaal sama sekali tidak benar.

Rumor tersebut beredar setelah kedua pria tersebut menunjukkan reaksi yang sangat berbeda dalam merayakan gol kemenangan Ashley Young menjelang akhir pertandingan antara Manchester United melawan NEwcastle United yang berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi United.

Kedua pria tersebut sama-sama berdiri setelah gol tersebut terjadi, namun Van Gaal langsung berdiri menghadap Giggs, berteriak dan merayakan gol tersebut.

Kegembiraan yang ditunjukkan oleh pria asal Belanda tersebut sangat bertentangan dengan reaksi Giggs, yang tidak menampakkan kegembiraan setelah timnya kembali menampilkan penampilan yang kurang sempurna di St James’ Park.

Namun Giggs mengatakan bahwa saat itu ia hanya mencoba untuk menjaga ketenangannya karena pertandingan belum berakhir dan Newcastle masih memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan.

“Saat itu aku merasa seperti seorang pemain di lapangan,” ungkap Giggs. “Aku merayakan golt ersebut namun kemudian menyadari bahwa pertandingan masih belum berakhir dan gol penyeimbang bisa saja terjadi dalam empat atau lima menit sisa waktu pertandingan.

“Tidak ada hal luar biasa yang terjadi. Pihak media memang selalu mencoba untuk memutar-balikkan fakta dan membesar-besarkan masalah, namun aku sudah terbiasa dengan hal-hal semacam itu.”

Ketika ditanyakan pendapatnya atas gaya kepemimpinan Van Gaal di Manchester United, Giggs menambahkan: “Aku merasa sangat nyaman bekerja di bawah Van Gaal. Aku merasa senang setiap harinya. Aku merasa sangat senang bekerja dengan para pemain dan juga bekerja di bawah asuhan manajer besar yang telah memenangkan banyak gelar.

“Bekerja bersamanya sangat menyenangkan dan ia memberikan kepercayaan yang sangat besar dengan memberikanku tanggung jawab yang lebih. Aku belajar banyak hal baru, sama dengan ketika pertama kali memulai pendidikanku sebagai seorang manajer.

“Menjadi seorang pelatih sangat jauh berbeda dengan menjadi seorang pemain. Pekerjaan ini sangat menyenangkan dan aku belajar banyak hal baru setiap harinya.”

Zlatan tidak akan pensiun di PSG

Zlatan tidak akan pensiun di PSG

Agen Zlatan Ibrahimovic, Mino Raiola, percaya bahwa penyerang bintang tersebut kemungkinan besar akan pergi meninggalkan Paris Saint-Germain sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun.

Pemain internasional Sweden tersebut pindah ke Parc des Princes pada tahun 2012 dan memimpin tim ibukota tersebut memenangkan Ligue 1 selama dua musim berturut-turut dalam dua musim pertamanya di Perancis, tim juara tersebut kini menempati posisi dua klasemen sementara satu poin di bawah Lyon dan memiliki peluang untuk kembali memenangkan gelar untuk yang ketiga-kalinya berturut-turut.

Perwakilan Ibrahimovic merasa bahwa mantan pemain Barcelona dan Inter tersebut akan terus bermain hingga usia 40, namun ia menyiratkan bahwa Zlatan tidak akan menghabiskan sisa karirnya di Perancis.

“Zlatan masih memiliki kontrak berdurasi satu setengah tahun lagi di Perancis,” ungkap Raiola.

“Ia merasa bahagia di Perancis, ia melakukan yang terbaik yang ia bisa dan kondisinya sangat prima, meskipun ia memiliki beberapa masalah tahun ini.

“Namun untuk seorang pemain seperti Zlatan, tidak ada yang bisa dipastikan. Aku tidak bisa memastikan apakah ia akan menjalani sisa kontraknya bersama dengan PSG atau tidak. Ia telah bekerja untuk dirinya sendiri selama 15 tahun, dan kini ia akan terus bermain untukku selama delapan tahun ke depan. Aku merasa ia mampu bermain hingga usia 42 atau 43 tahun, tapi aku tidak memastikan apakah ia akan terus bermain untuk PSG atau tidak.”

Raiola juga mengungkapkan keinginannya untuk melihat Zlatan Ibrahimovic memenangkan liga Champion selama masih bermain di Paris. Pasukan Laurent Blanc masih belum tersingkir dari liga Champion musim ini dan akan berhadapan dengan Chelsea dalam leg kedua laga 16 besar liga Champion dimana leg pertama berakhir dengan hasil imbang 1-1 di Paris.

“Salah satu hal yang paling kuharapkan adalah untuk Zlatan memenangkan liga Champion karena hal itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa baginya, PSG dan juga sepakbola Perancis,” ungkap Raiola.

“Untuk memenangkan liga Champion, suatu tim juga membutuhkan sedikit keberuntungan karena tidak selalu tim terbaik yang menang.

“Zlatan mengatakan padaku bahwa pertandingan leg pertama menghadapi Chelsea berjalan dengan sangat sempurna. Tim telah melakukan persiapan sesempurna mungkin. Ibra dan Laurent Blanc memiliki respek yang tinggi satu sama lain. Aku bisa melihat bahwa Ibra sangat menyukai Blanc.”

Raiola, agen yang juga mewakili pemain seperti Paul Porba, berkeras bahwa Ibrahimovic dan Edinson Cavani memiliki hubungan profesional yang sangat baik, meskipun banyak rumor yang mengatakan sebaliknya.

Ia menambahkan: “Tidak ada masalah sama sekali. Rumo hanyalah sekedar rumor belaka. Zlatan adalah sosok pemimpin di PSG, ia memiliki respek pada Cavani dan Cavani juga demikian terhadapnya.”

Prediksi Bola Liga Primer Inggris Ronde 28

Prediksi bola liga Primer Inggris ronde 28 minggu ini

Pertandingan Hasil Dari Lima Pertandingan Terakhir Prediksi
1 2 3 4 5
Aston Villa
West Brom
K
K
K
S
K
M
K
S
K
M
West Brom menang 1-0
Hull
Sunderland
K
M
S
S
M
K
M
S
K
K
Hull menang 1-0
Southampton
Crystal Palace
K
K
M
M
S
S
K
K
K
M
Southampton menang 2-1
Manchester City
Leicester
S
K
S
K
M
K
M
K
K
S
Manchester City menang 2-0
Newcastle
Manchester United
M
M
S
S
S
M
K
K
M
M
Manchester United menang 2-0
QPR
Arsenal
K
M
K
K
K
M
M
M
K
M
Arsenal menang 2-0
Stoke
Everton
M
M
S
S
K
K
M
S
M
K
Stoke menang 2-0
Tottenham
Swansea
M
M
M
S
M
K
K
M
S
M
Tottenham menang 2-0
West Ham
Chelsea
K
M
S
S
S
M
S
M
K
S
Hasil seri 2-2
Liverpool
Burnley
M
K
S
S
M
K
M
S
M
K
Liverpool menang 4-0

Ibra lebih hebat dari Cristiano dan Messi

Ibra lebih hebat dari Cristiano dan Messi

Menurut Mino Raiola, Zlatan Ibrahimovic adalah seorang pemain dengan kemampuan yang lebih baik dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Bintang Swedia tersebut tidak termasuk dalam tiga besar penghargaan Ballon d’Or namun ia terus membuktikan ketajamannya dalam mencetak gol dengan perolehan 18 gol dari 25 pertandingan untuk klub dan negaranya musim ini.

Mino Raiola percaya bahwa tidak akan ada lagi seorang pemain dengan kemampuan seperti yang dimiliki Zlatan Ibrahimovic.

Ia berkata: “Pemain lain seperti Zlatan? Tidak akan pernah ada. Dia adalah pemain dengan kemampuan yang lebih baik dibandingkan Ronaldo dan Messi. Mengenai masa depannya, ia masih memiliki kontrak hingga tahun 2016 dan aku bukanlah orang yang suka berspekulasi mengenai masa depan seorang pemain. Dia masih memiliki kontrak dan kami akan menghormati kontrak tersebut.”

Selain Zlatan Ibrahimovic, Mino Raiola juga membicarakan tentang masa depan salah satu klien bintangnya, Paul Pogba, yang terus dihubungkan dengan rumor transfer ke salah satu klub besar Eropa. Mino Raiola sendiri mengakui bahwa kemungkinan Paul Pogba untuk pindah ke klub lain sangat besar.

“Saat ini setidaknya ada enam tim yang bisa mendapatkan Pogba,” lanjutnya. “Kami tentu saja akan bergerak untuk memanfaatkan kesempatan tersebut apabila waktunya sudah tepat, namun pindah klub bukanlah tujuan kami saat ini. Kami tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru.

“Ketika ia pindah ke klub lain, nilai transfernya akan mengalahkan nilai transfer Cristiano Ronaldo.”

Pemain bintang Perancis tersebut masih memiliki kontrak dengan Bianconeri hingga tahun 2019, namun ia terus dihubungkan dengan klub-klub besar eropa seperti Real Madrid dan mantan klubnya, Manchester United, yang ia tinggal untuk bergabung dengan Juventus pada tahun 2012.

United tidak ingin melepas Fletcher

United tidak ingin melepas Fletcher

Darren Fletcher mengatakan bahwa Louis Van Gaal sebenarnya masih menginginkan kehadirannya di Old Trafford, namun ia pada akhirnya tetap memutuskan untuk bergabung dengan West Brom.

Pemain berusia 31 tahun tersebut telah menandatangani kontrak berdurasi dua setengah tahun di Hawthorn dan ia memiliki opsi perpanjangan pada tahun ketiga dalam kontraknya. Fletcher mengungkapkan bahwa keputusannya untuk pindah adalah karena ia tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain di Old Trafford.

Fletcher memang tidak mendapatkan banyak kesempatan musim ini, ia hanya tampil dalam 16 pertandingan di semua kompetisi untuk United, kini ia memutuskan untuk meninggalkan klub yang telah ia bela sepanjang karirnya meskipun Van Gaal telah berusaha semampunya untuk mengubah pikiran Fletcher.

“Manchester United tidak ingin melepaskanku,” ungkap Fletcher. “Aku merasa sangat senang bermain untuk United dan tidak akan menukar kenanganku bersama mereka untuk apapun.

“Klub selalu memperlakukanku dengan baik, mereka sangat sabar terutama saat aku menderita penyakit yang membuatku tidak dapat bermain untuk waktu yang sangat lama, pendukung kami juga sangat fantastis.

“Tapi aku adalah seorang pesepakbola profesional dan hal yang paling kuinginkan adalah untuk tampil di lapangan. Belakangan ini aku tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk tampil dan sudah saatnya bagiku untuk mencari tantangan baru.”

Gelandang tersebut sebenarnya sudah hampir bergabung dengan West Ham, ia bahkan telah mengunjungi Upton Park untuk melakukan pemeriksaan medis, namun manajer West Brom Tony Pulis bergerak cepat untuk mengamankan transfer Fletcher.

“Aku memiliki respek yang sangat tinggi untuk Sam Allardyce, namun Tony Pulis telah meyakinkanku. Dia benar-benar menginginkan kehadiranku dan percaya penuh pada kemampuanku, hal inilah yang ingin kudengar.”

Fletcher mendapatkan debutny di Manchester United pada tahun 2003 dan telah tampil membela klub dalam 200 pertandingan selama 12 tahun kebersamaannya di Old Trafford.

Guardiola bukanlah orang yang baik

Guardiola bukanlah orang yang baik

Agen Zlatan Ibrahimovic, Mino Raiola, mengatakan bahwa manajer Bayern Munich Pep Guardiola adalah seorang pribadi yang sangat tidak menyenangkan, hal ini terbukti dengan perlakuannya atas Zlatan pada tahun 2011.

Penyerang yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain tersebut sempat bermain untuk Barcelona selama dua musim sebelum akhirnya pergi meninggalkan klub tersebut akibat perselisihannya dengan Guardiola mengenai sedikitnya peluang bermain yang diberikan untuknya di Capm Nou.

Ibrahimovic menuliskan bahwa Guardiola adalah seorang pengecut yang tidak memiliki nyali sama sekali dalam buku autobiografinya, dan kini Raiola, pria yang telah berperan sebagai agen Zlatan Ibahimovic hampir sepanjang karir bintang asal Swedia tersebut, kembali mengemukakan perselisihan antara kedua pria tersebut.

“Guardiola adalah orang yang mendatangkan Ibra ke Barcelona untuk kemudian memperlakukannya dengan sangat tidak adil,” tutur Raiola.

“Dia adalah seorang manajer yang sangat hebat namun sebagai seorang individu, dia bukanlah orang yang menyenangkan.”

Dalam bukunya, Ibrahimovic juga menimpakan kegagalannya untuk memenangkan liga champion di Barcelona pada Pep Guardiola. Gelar liga Champion merupakan gelar yang selalu gagal dimenangkan oleh pria berusia 33 tahun tersebut meskipun ia telah memenangkan banyak gelar liga domestik dalam lima liga yang berbeda.

Setelah bermain untuk Barcelona, Ibrahimovic pindah ke AC Milan sebelum akhirnya bergabung dengan Paris Saint-Germain pada tahun 2012, tim yang kini telah ia bela selama dua setengah musim terakhir.

Ancelotti senang dengan kontribusi Benzema

Ancelotti senang dengan kontribusi Benzema

Carlo Ancelotti mengungkapkan kegembiraannya melihat penampilan Karim Benzema yang sangat mengesankan dalam pertandingan melawan Real Sociedad yang berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk Real Madrid.

Penyerang bintang tersebut membuktikan kemampuannya untuk memimpin serangan tim dengan absennya bintang utama Real Madrid Cristiano Ronaldo. Karim Benzema mencatatkan dua gol untuk memberikan kemenangan pada timnya yang kebobolan lebih dulu di menit pertama pertandingan. James Rodriguez dan Sergio Ramos juga masing-masing mencatatkan satu gol.

“Benzema bermain dengan sangat fantastis,” kata Ancelotti. “Seperti semua penyerang yang kami miliki, Benzema adalah seorang penyerang yang sangat berkualitas dan efektif.

“Hingga kini kami telah menjalani banyak pertandingan dimana ia berhasil mendapatkan gol. Gol-gol yang ia dapatkan dalam pertandingan tadi juga merupakan gol-gol yang sangat berkualitas.

“Dia adalah seorang penyerang dengan tendangan yang sangat mematikan. Memang dia bukanlah seorang striker yang bermain di dalam kotak penalti, ia adalah tipe penyerang yang terus bergerak di luar area.”

Meskipun biasanya tampil sangat tenang, Ancelotti menunjukkan ketidaksukaannya ketika ditanyakan pendapatnya mengenai kontribusi Gareth Bale dalam pertandingan melawan Real Sociedad. Ancelotti merasa terganggu karena pihak media tampak lebih memilih untuk berkonsentrasi pada kegagalan Gareth Bale memanfaatkan peluang tanpa memperhitungkan assist yang didapatkan Bale dalam pertandingan tersebut.

“Aku harap tidak ada lagi yang membicarakan hal-hal negatif mengenai dirinya, ia bermain dengan sangat baik hari ini,” tambah Ancelotti. “Memang benar ia gagal memanfaatkan dua peluang untuk mencetak gol, namun kita tidak bisa melupakan assist yang ia berikan untuk Benzema. Dia adalah seorang pemain yang berperan sangat baik di dalam tim.”

Dengan kemenangan tersebut, tim juara bertahan liga Champion tersebut berhasil menjaga keunggulan satu poin mereka atas tim rival, Barcelona, meskipun masih memiliki satu pertandingan sisa di bandingkan tim catalan tersebut di La Liga.

Bayern tidak mampu menghadapi serangan balik Wolfsburg

Bayern tidak mampu menghadapi serangan balik Wolfsburg

Pep Guardiola mengakui bahwa kegagalan Bayern Munich dalam menghadapi serangan balik Wolfsburg merupakan penyebab utama kekalahan 4-1 memalukan mereka.

Bas Dost dan Kevin de Bruyne masing-masing mencatatkan dua gol untuk mempermalukan Bayern Munich dan memberikan kemenangan pada tim mereka pada pembukaan kembali kompetisi setelah jeda musim dingin.

Dalam pertandingna tersebut, gawang Bayern kemasukan gol dengan jumlah sebanyak gol yang mereka derita sepanjang paruh pertama kompetisi, sementara Wolfsburg sendiri mencatatkan rekor mendapatkan peluang terbanyak di bandingkan tim-tim lain musim ini dalam pertandingan tersebut.

Guardiola sendiri mengakui bahwa timnya tidak berdaya menghadapi kecepatan pasukan Dieter Hecking yang bermain dengan serangan balik cepat.

“Mereka mendapatkan gol pembuka dengan sangat cepat di awal pertandingan dan kami tidak berdaya mengatasi serangan balik mereka sepanjang babak pertama pertandingan,” tutur Pep Guardiola.

“Penguasaan bola kami kurang baik dalam pertandingan tersebut, seharusnya kami melakukan lebih banyak operan pendek sederhana untuk membuang-buang waktu. Kami juga sama sekali tidak berhasil menghentikan serangan balik mereka. Kami seharusnya terus menguasai bola dan tidak memberikan mereka banyak ruang.

“Aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada Wolfsburg, mereka tampil lebih baik dari kami pada saat-saat yang krusial dalam pertandingan dan mereka juga tidak menyia-nyiakan peluang yang mereka dapatkan. Kami harus menganalisa apa yang menyebabkan kekalahan memalukan ini dan terus melangkah maju. Setelah jeda kompetisi selama enam minggu, kami telah kehilangan ketajaman kami dan kini harus membangun ulang ritme kami kembali.

“Memang sangat sulit untuk terus mendapatkan kemenangan di Bundesliga meskipun kami tidak memiliki lawan yang berkualitas. Banyak orang berpikir bahwa kami seharusnya dapat memenangkan semua pertandingan kami di Bundesliga, namun tidak semudah itu untuk tampil konsisten sepanjang musim meskipun lawan kami tidka memiliki kualitas sebanding dengan tim-tim liga lain yang lebih kompetitif. Bahkan ketika Jupp Heynckes sendiri menangani Bayern, tidak jarang ia mendapatkan kesulitan untuk menang. Tidak mudah untuk terus memenangkan pertandingan selemah apapun lawan-lawan kami.”

bastian Schweinsteiger percaya bahwa penyebab kekalahan Bayern adalah karena penguasaan mereka dalam membangun serangan masih belum cukup dan seharusnye mereka membuang lebih banyak waktu dengan operan-operan pendek.

“Kami kurang bersabar dalam membangun serangan kami. Kami seharusnye bermain lebih sabar dan membuang lebih banyak waktu saat menguasai bola karena lawan kami sangat kuat dalam melakukan serangan balik dengan pemain-pemain berkecepatan tinggi seperti De Bruyne,” jelas Bastian. “Sekarang kami harus menganalisa penyebab kekalahan kami dengan lebih mendalam.”

Manuel Neuer juga menyuarakan pendapatnya atas kekalahan tersebut. Menurutnya Bayern Munich masih memiliki banyak aspek dalam permainan mereka yang bisa ditingkatkan untuk memenangkan target mereka, treble.

“Kami gagal mendapatkan hasil yang memuaskan dalam pembukaan paruh kedua kompetisi ini. Tapi hasil ini bukanlah hasil yang buruk, memang sejak awal kami menyadari bahwa performa kami masih jauh dari sempurna,” jelas Neuer.

“Kami selalu melakukan kesalahan dalam saat-saat yang menentukan dan akibatnya, penyerang lawan selalu mendapatkan posisi one on one denganku. Barisan pertahanan kami terlalu mudah untuk ditembus dan gol-gol tersebut sama sekali bukanlah kesalahanku.”

Casillas ingin bermain di MLS

Casillas ingin bermain di MLS

Iker Casillas mengakui bahwa ia ingin bermain di MLS sebelum mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola.

Penjaga gawang Real Madrid tersebut mendapatkan banyak kritikan atas penampilannya dalam beberapa musim terakhir dan ia hanya dijadikan pilihan kedua di Real Madrid musim lalu dengan hanya bermain sebagai penjaga gawang utama dalam pertandingan Copa del Rey dan liga Champion.

Musim ini, Casillas sekali lagi menjadi penjaga gawang utama bagi Real Madrid di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti, namun masa depannya di Real Madrid masih jauh dari stabil mengingat klubnya kini berusaha dengan sangat gigih untuk mendapatkan David de Gea dari Manchester United.

Dengan usianya yang sudah 33 tahun, kini penjaga gawang tersebut mulai memikirkan masa depannya dan mengatakan bahwa ia bersedia pindah menyeberangi lautan Atlantik untuk bermain di MLS ketika Real Madrid tidak lagi membutuhkannya.

“Sama sekali tidak akan menjadi masalah bagiku untuk mengakui bahwa aku ingin bermain di Amerika Serikat sebelum mengakhiri karirku,” kata Casillas.

“Aku tidak akan bisa meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan tim yang pada akhirnya akan menjadi pesaing mereka, aku lebih memilih untuk pergi berpetualang ke kompetisi yang sangat berbeda, mungkin tidak pada level kompetisi Eropa, namun sesuatu yang sangat inovatif dan berbeda, misalnya pada kompetisi yang sedang berkembang seperti MLS.

“Pengalaman itu akan sangat menarik bagiku, melihat dan mengalami secara langsung perbedaan sepakbola disana dengan yang biasa kuhadapi. Aku akan bisa menilai saat-saatku bersama Madrid dari sisi luar selama bermain di sana.

“Satu setengah tahun terakhir ini terasa sangat berat bagiku. Orang-orang yang dekat denganku akan mengerti semua penderitaan dan kebahagiaan yang telah kualami selama itu. Namun pengalaman-pengalaman seperti itu adalah pengalaman yang dapat memperkuat dirimu secara mental dan membuatmu bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan.

“Aku telah bermain dalam 40 atau 50 pertandingan setiap musim selama bertahun-tahun, kemudian aku mengalami cedera, cedera selalu menyebabkan penurunan pada performa seorang pemain.

“Kemudian kau harus mengerti bahwa ada pemain lain yang lebih pantas untuk menjadi pilihan utama dan kau tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kesempatan datang padamu.”

Penjaga gawang tersebut juga memberikan pandangannya pada kesuksesan Blancos tahun lalu dan ia percaya bahwa Real Madrid akan dapat mengulangi sukses mereka musim ini.

“Memenangkan la Decima telah mengangkat beban yang sangat berat dari pundak kami,” kata Casillas. “Kami telah menjalani 12 tahun tanpa kesuksesan di Eropa. La Decima telah mengangkat beban tersebut dari pundak kami, beban yang sangat berat dan akhirnya kini kami bisa melangkah maju.

“Menurutku kini kami berada pada level dimana kami bisa mempertahankan gelar liga Champion kami. Namun hal itu tetaplah hal yang sangat sulit untuk dilakukan dan kami harus tetap waspada. Mempertahankan gelar liga Champion belum pernah dilakukan sebelumnya dan itu adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.”

Casillas telah memenangkan tiga gelar liga Champion dan lima gelar domestik dengan Madrid. Selain itu, penjaga gawang tersebut juga memenangkan dua kejuaraan Eropa dan satu gelar Piala Dunia bersama Spanyol.

Inter akan finish tiga besar

Inter akan finish tiga besar

Lukas Podolski mengatakan bahwa Inter akan mengakhiri musim pada posisi tiga besar dan lolos ke liga Champion musim depan, ia bahkan bersedia mempertaruhkan semua uang yang ia miliki untuk itu.

Inter menjadi juara Eropa di bawah kepemimpinan Jose Mourinho pada tahun 2010 namun hanya menempati posisi lima klasemen musim lalu dan gagal berpartisipasi di liga Champion musim ini.

Namun dengan kembalinya Roberto Mancini sebagai manajer Inter menggantikan Walter Mazzarri November lalu, Podolski yang kini bergabung dengan status sebagai pemain pinjaman selama enam bulan dari Arsenal mengatakan bahwa Inter memiliki peluang yang sangat besar untuk mencapai target mereka kembali ke liga Champion.

“Inter akan mencapai posisi tiga klasemen, aku bahkan bersedia mempertaruhkan segala yang kumiliki untuk itu,” kata Podolski. “Aku tahu sejak awal bergabung dengan Inter bahwa saat ini mereka sedang mengalami kesulitan, namun segalanya sudah mulai membaik.”

Podolski telah tampil dalam empat pertandingan untuk tim barunya setelah hanya berperan sebagai pemain cadangan saja untuk Arsenal, dan ia langsung menyadari perbedaan mencolok antara sepakbola Itali dan sepakbola Inggris.

“Sejauh yang telah kulihat, Serie A adalah kompetisi yang sangat spesial,” jelasnya. “Singkatnya, liga ini mengutamakan taktik dan pertahanan. Lihat saja dalam pertandingan melawan Sampdoria ketika mereka berhenti menyerang setelah kami mencetak gol.

“Bermain di Serie A sangat sulit bagi penyerang untuk menemukan celah dan mencetak gol. liga Primer Inggris jauh lebih dinamis dan klub selalu berjuang mendapatkan hasil hingga akhir pertandingan.”

Pemain internasional Jerman tersebut juga membantah rumor yang menyebutkan bahwa ia adalah pendukung Juventus sejak kecil.

“Aku selalu mengagumi pemain-pemain seperti Edgar Davids, Zinedine Zidane dan Alessandro Del Piero, namun sejak kecil aku selalu menjadi supporter Koln dan Barcelona.”